Wednesday, June 13, 2007

The Cocktail: Mie, Baso, dan Es Kelapa Muda

13 Juni 2007

Mie Ayam Adi Nugroho
GedungBatu Boulevard

Kali ini gantian sang bendahara, p'Widodo, yang berulangtahun. Sejatinya minggu kemarin sudah direncanakan mencoba lesehan di jalan Pahlawan, namun dikernakan beberapa hal, salah satunya adalah beberapa rekan yang pamit, ditambah hujan di sore hari, rencana tersebut ditunda dan di-reschedule.
Jadinya hari ini, dekat-dekat aja dengan tempat kerja, dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Seluruh crew, selain p'Riza, p'Wahyu dan lagi-lagi bu'Rud, tidak bisa bergabung karena ada masih ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan sementara.
Menu yang terpilih adalah aneka mie bisa mie ayam, mie ayam baso, baso ditambah nasi (biasa kalau belum pakai nasi belum dianggap makan) dengan minum es degan di gelas (katanya penjajanya nggak boleh pakai mangkok, terlalu kebanyakan katanya), eh belum tahu dia dosis kita, ha ha.....
Secara umum adalah generik, lumayan untuk mencoba taste mie ayam.
Last but not least; panjang umur untuk p'Widodo!

Berangkat berjalan kaki akhirnya pulang bersama dalam 1 van punya pak Kardi.
Bisa dibanyangkan mungkin bisa masuk record MURI.

Tuesday, June 12, 2007

Nasi Uduk & Soto Betawi Jl. Veteran

Rabu, 23 Mei 2007
Nasi Uduk & Soto Betawi,
Jl. Veteran

Minggu ini, sang amirul, p'Ghofur berulangtahun. Entah yang keberapa kami-kami tidak ada yang tahu. No problem. Yang penting ada special occasional, some reason, untuk ganghitam berkumpul, makan-makan, dan gratis.
Dengan sedikit provokasi akhirnya rencana dimatangkan. Sesuai dengan masukan p'Yan, akhirnya dipilih sediaan nasi uduk dan soto betawi di Jl. Veteran depan RSDK. Dek Dika yang habis 'mudik' Jogja, membawa menu tambahan: rempeyek daun bayam, bisa-bisa pada jadi popeye nih!
Nasi uduk Betawi, terlihat dari ruang makannya, merupakan morfosis dari bengkel mobil kayaknya.

Pas rombongan datang, kayaknya belum siap dengan order yang besar. Implikasinya adalah menu yang dipesan tidak seragam. Ada yang mendapatkan soto betawi rasa daging, ada pula yang mendapatkan soto betawi rasa daging ayam.
Seluruh crew GangHitam komplit hadir, termasuk bu'Rud yang kali ini juga bisa hadir.
Dek Dika, kayaknya nggak cocok dengan Soto Betawi, lebih memilih menu nasi uduk dengan ayam panggang disertai irisan ketimun dan kerupuk.
Untuk minum, seluruhnya sepakat, es jeruk manis!
Secara umum masih perlu pembenahan untuk warung soto & nasi uduk betawi.
Ruang makan cenderung panas walaupun sudah tersedia kipas angin besar, dan kurang nyaman karena pembeli yang naik sepeda motor bisa masuk dengan mesin motor masih berbunyi pada ruang makan serta mesti peningkatan kecepatan pelayanan menu yang disajikan.

Next SeaFood : Sari Laut

11 Mei 2007
Warung Makan Sari Laut,
Jl. Simongan No. 77

Gank Hitam kali dalam kondisi sangat Liquid. Kondisi keuangan sangat menjanjikan untuk kegiatan wisata kuliner.
Hari ini, Jum'at 11 Mei 2007, kami ingin berganti suasana dan menikmati sajian seafood. Kebetulan deket dengan dengan kantor di jalan Simongan ada sebuah warung makan khusus menyajikan makanan sea food.

Dari namanya sudah jelas: Sari Laut
Pagi-pagi pak Wid, sang bendahara, sudah booking dan pesan beraneka sediaan. Kepiting/rajungan, kerang, cumi, udang dan ikan bakar yang lainnya, dan tentu saja sambal dan lalapan. Dan direncanakan selesai sholat Jum'at langsung bisa take action.
Dengan rombongan terdiri dari p'Ghofur (sang amirul), p'Yan, p'Djati, p'Yanto, p'Kardi, p'Ron, p'Ir, p'dJon, p'Wid, p'Riza, dek Ari, dek Dika cuma b'Rud yang masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan sementara, akhirnya bersama-sama menyantap sediaan yang sudah tersedia.
Menu standar ditambahkan es jeruk di dalam teko besar; sehingga yang terbiasa banyak minum langsung bisa tambah.
Peserta tidak sabar untuk segera menyerbu kepiting dan rajungan goreng.
Menu yang lain kayaknya kalah pamor deh dengan kepiting dan rajungan.

Overall: very satisfied!
Dengan anggaran yang relatif memadai sudah bisa menikmati sajian khas sea food.
Bagi pembaca yang berminat dan segera menuju ke Sari Laut; lokasi di ujung gang, lebih familiar di ujung pasar Krempyeng; di depan traffic light pertigaan Jl. Simongan ujung Jl. Pamulasih.


by 'ecg

Wednesday, May 9, 2007

Farewell Party Pak Priatno

1 Mei 2007,
Gama Resto, Jl. MT. Haryono 807A

Satu lagi seorang rekan atu lagi seorang rekan, pak Priatno, akan memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP), sesuai tradisi biasanya akan dilakukan semacam farewell party.Dan gang hitam tidak ketinggalan mengadakan acara tersebut.Jauh-jauh hari sudah dirancang dan bahkan diawali dengan semacam survey: dan akhirnya terpilih 1 Mei 2007 (bukan berarti memperingati Labour Day lho) dan dipilih GAMA Restoran yang special menyajikan sediaan seafood.GAMA resto sendiri berupa bangunan rumah besar, khas peninggalan jaman dulu, memiliki ruang luas yang disulap menjadi ruang makan. Memberikan suasana yang agak lain. Tersedia pula ruang yang semi terbuka.
16.45 WIB beberapa rekan, yang kebetulan mengambil cuti, p'Yanto+istri, p'Reza dan p'Djon sudah siap di tempat menyusul p'Priatno+Istri. Beberapa rekan, via sms mengabarkan masih ada agenda meeting penting yang nggak bisa ditinggalkan. Waduh bisa gawat nih............ setelah menunggu beberapa saat muncul wajah-wajah member gang hitam yang lainnya: p'Wahyu, p'Ghofur, p'Ron, dek Widodo, dek Ari dan dek Dika. Member yang lain, berkenaan dengan urgenitas meeting sayang nggak bisa bergabung: p'Irawan dan bu'Rud.
Menu yang tersedia : woku-woku, ikan bakar, lalap pedes dengan ikan asin, srimping (shell) dan cumi-cumi dengan beraneka juice sebagai pengiringnya.
Praktis agak terlambat untuk memulai acara santapannya; tetapi Alhamdulillah GAMA menyediakan tempat sholat di belakang ruang; cukup namun lebih baik apabila diperluas sehingga bisa dipergunakan untuk berjamaah.
Selepas maghrib seperti biasa diberikan kenang-kenangan untuk p'Priatno, buku La Tahzan: Jangan Bersedih; dan memang MPP bukanlah masa untuk disedihkan namun justru untuk dinikmati; betapa indahnya bisa berkumpul dengan keluarga.

Secara umum, GAMA resto memberikan alternatif baru untuk sediaan seafood. Cukup representatif, pelayanan cepat dan ramah, dan dari komparasi price dan kuality cukup menjanjikan.

Selamat mencoba!
Posted by Picasa

Monday, May 7, 2007

Kepala Ikan

26 April 2007; Warung Makan Padang Surya

Dan bersyukurlah karena nikmat dari Tuhan-mu.
Dalam rangka mensyukuri rizqi yang tidak terduga - ya- semacam gaji ke-13 di lingkungan kerja dan sekaligus rapelan syukuran bagi rekan-rekan yang belum mengalokasikan risqi tersebut diputuskan secara musyawarah didasarkan atas azas manfaat; wisata kuliner berikutnya adalah menjajal menu Kepala Ikan di resto Padang (Restoran Padang Surya) seputar Jl. Pamularsih.
Dengan promotor penuh dari Ari, Dhika dan Widodo (walau nggak ikut karena puasa Senin-Kamis), rombongan dipimpin Ghofur, Supriyanto, Yogyanto, Wahyu Pratomo, Sardjana, Rudatiani berangkat dengan suka cita; sambil bergumam : "Akhirnya! He he....."
Menu kepala ikan yang disajikan bukanlah ikan Kakap namun kepala ikan Mas atau Gurami.

Dimasak ala Padang akhirnya rata-rata tiap kepala orang mendapatkan satu porsi kepala ikan yang besar: bukan main. Kayaknya pada kelaparan nih (habis tepat saat jam makan siang sih).
Minuman yang tersedia rata-rata dua porsi gelas; biasa standar orang pabrik!

Desert yang ditawarkan free of charge terbuat dari jelly; kali biar mempermudah pencernaan dan mencegah sembelit kali ya dan sekalian bisa menggelontor sisa-sisa lemak.

Di akhir cerita akhirnya satu kesimpulan : lumayan! Satu lagi wisata kuliner ala gang hitam terlampaui dengan free of charge alias tidak keluar uang dari kocek, he he........
Enjoy guys!
What's next? ya sudah terpampang acara syukuran teman yang akan memasuki MPP (Masa Persiapan Pensiun); so be there or be behind!
Posted by Picasa

Wednesday, April 4, 2007

Sate Pak Widodo : The First Official Attempt

Sejatinya ini bukanlah 'wisata kuliner' yang pertama. Sudah beberapa 'meja kantin' yang kita coba.
Kita sebut The First Official Attempt karena memang merupakan perjalanan resmi GangHitam yang pertama.

Terletak di Jalan Sampangan, selain Sate, Pak Widodo juga menawarkan menu yang lain Gulai dan Tongseng.
Kecuali dek Dika dan bu Rud yang memilih Gulai secara umum GangHitam yang lain (p'Kardi, p'Wahyu', P'Djon, dek Ari, dek Widodo) memilih sate; sementara p'Djati yang sedang diet cholesterol memilih warung di depan Sate Pak Widodo yang menyuguhkan menu Mangut Belut (next time akan kita coba review).
Secara umum sate-nya empuk dan nikmat (mungkin karena pakai daging kambing muda); satu porsi terdiri dari 10 tusuk sate lengkap dengan bawang merah, irisan tomat dan selada. Untuk mendapatkan taste pedas ada bisa tambahkan sendiri merica atau irisan cabe rawit.
Untuk minum tersedia common as usual : es/air teh manis/tawar, es jeruk dan air putih dingin.

Kesimpulan akhir cukup memuaskan untuk upaya pertama; cuma kasihan untuk bendahara.
Over budget! Never mind! Alias tidak apa-apa.

Next agenda? Mangut belut depan Sate P'Widodo? Any comments silakan!